Ku terduduk dalam diam
Di tengah hutan kering dan gelap
Tertatap ruang nan hampa
. . . Kosong . . .
Tak ada lagi sayup-sayup
irama angin nan syahdu, gemercik air yang meresapi dalamnya pusaran
danau, dan tarian dedaunan nan
gemulai
Kini . . .
Diriku bagaikan dahan
rapuh yang akan jatuh dari pijakannya
hatiku bagaikan bangkai
yang terkoyak, tercabik-cabik dan terhempas
jari-jemariku menangis
terkais diantara belitas desis
hari ini. . .
fatamorgana tersenyum mempertunjukkan
keindahannya kepada setiap insan
tapi. . aku . .
tak dapat melihat
kupu-kupu yang bebas dari kepompongnya
tak dapat lagi mendengar
desahan angin nan merasuk kalbu
karena diriku tlah
terperangkap di tengah kejamnya kehidupan. .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar