Kemurkaan
Alam
Kutermangu dalam kelam
Dalam diam kupahami
Rembulan tampak mendung merenungi bumi
Seberkas haru larut, terbalut, kalut
dalam kabut, dan takut
Terpaku ratap meratap jiwa-jiwa nan
serakah
Cakrawala mulai meronta, menahan
keserakahan birahi
Tiada ketenangan, tiada ketentraman
Hanya tersisa percikan kekalutan nan
mulai meraja
Bumi tlah telah lelah memopoh rasa sabar
akan keserakahan-keserakahan itu
Kini ia bergerak selaksa murka
Isak tangisnya porak-porandakan semua
Sekejap ia melahap semuanya hanya dengan
sebuah irama alam nan memekik sukma
Kini tak ada lagi hamparan hijau
tergelar indah
Cakrawala nan tampil cemerlang,
berselendang pelangi nan membumbui kemegahan alam
Gema alunan nyanyian burung nan syahdu
Dan mesranya sapaan angin nan
mendamaikan sukma
Kini nan tersisa hanyalah hamparan
hitam, kelam, kelabu, mengisyaratkan kegersangan
Cakrawala nan gelap, berhiaskan
gemuruh-gemuruh kejam
Alunan perih tangisan jiwa-jiwa nan
kehilangan
Dan desiran angin lembab disertai aroma
anyir darah nan bertumpahan dan berserakan
Kawan…
Adakah sukmamu tergelitik akan semua ini
?
Masihkah kau teguhkan keserakahan
birahimu ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar