Sabtu, 25 Desember 2010

Kealfaan Jiwa Sang Penerus Bangsa


Ku berjalan di tepi keramaian itu
Diriku terdiam dalam bimbang
Menatap lemparan bebatuan nan terbang bagaikan kapas-kapas hitam tertiup angin

Semakin ku langkahkan kakiku
Semakin jelas terdengar sumpah-sumpah serapah dari bibir-bibir mereka

Begitu pedih sukma ini
Tertampar batinku, menatap penerus-penerus bangsa nan begitu anarkis

Sobat,
Hanya inikah ilmumu ?
Belajar hanya untuk melempar batu
di tengah jembatan kau adu uratmu
di depan gedung-gedung itu kau adu ototmu
dimanakah otakmu ?

Wahai sang provokator
Sudah ?
Sudah puaskah kau pengaruhi penerus-penerus bangsa demi melepas amarahmu ?

Sobat,
Kita  mahasiswa
Kita penerus bangsa
Banggakah kalian terhadap semua ini ?
Tak sadarkah kalian ?
Ini tlah mencoreng nama penerus bangsa
dimana ?  dimana semangat pahlawan penerus bangsa ?

Lihatlah pendahulumu di tahun ’98 !
Mereka berdarah, berkorban
Tumbangkan rezim, tegakkan reformasi
Demi persaudaraan dan ketentraman kita

dan lihatlah dirimu
Kini kau berbuat anarkis, tanpa rasa kesabaran, hanya demi amarahmu

Hentikan.. .
hentikan semua ini
Ibu pertiwi sedang berduka
Lihatlah saudara-saudara kita nan menangis, menjerit dan tertatih-tatih
Mencari uluran-uluran tangan penerus bangsa
Namun apa ?
Semua hanya hampa
benar-benar hampa

dan Aku,
hanyalah serpihan penerus bangsa
nan ingin menjadi sebuah makna
dibalik kealfaan jiwa.
(By. Indry 2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar