Minggu, 26 Desember 2010

Sahabat


Hujan turun rintik-rintik
Mengguyur kota ini senja tadi
Seakan mengiringi hatiku yang pilu
Namun, tak mampu menyirami hatiku nan kering karena duka

Sepertinya ada kemarau panjang dihatiku
Sepanjang jarak dan waktu
Yang mengiringi perpisahan ini

Hari ini waktu tlah mengantarkan kita pada suatu titik pemahaman
Bahwa di dunia ini tak ada yang abadi

Bahagia dan derita
Adalah dua sisi dari koin yang sama
Begitu pula pertemuan dan perpisahan adalah dua sisi permainan kehidupan
Kini saatnya kita harus berjalan sendiri
Melangkah mengikuti takdir yang tlah tergariskan




Satu lagi kemesraan yang robek dalam gerimis kehidupan
Ketika canda tawa begitu berharga
Ketika dekapan pilu begitu mengenang
Ketika jemari tak sanggup lagi menggengam
Ketika rangkulan hanya melingkar kosong
Hanya lengan kehilangan
Dan kesendirian nan bisu

Akankah besok, besok, besok dan slamanya kita salalu mengenang ini ?
Akankah kebersamaan ini terulang kembali ?
Akankah awan cerah kembali memihak persahabatan kita ?

Sahabat, bukan waktu yang memisahkan kita,
Bukan pertengkaran yang memecahkan
Namun, kematianlah yang akan memudarkan persahabatan di antara kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar